How I Lost 10 kg With Almost No Exercise, While Still Eating Delicious Fatty Food. Yes, It's Possible!

Sunday, May 21, 2017




Duh, judul blog post kali ini macam orang mau jualan obat diet ya? hahahaha tapi sumpah deh, disini saya nggak bakal nyuruh kamu beli apapun dari saya, apa lagi nawarin obat diet. Saya hanya mau berbagi pengalaman, bagaimana saya yang kelebihan berat badan sekitar 10-12 kg selama hampir 11 tahun, akhirnya berhasil menurunkan berat badan tanpa obat, tanpa olah raga dan tetap makan enak yang berlemak. Pasti pada mau kan, turun berat badan tapi tetap makan enak dan nggak usah olah raga berat-berat?
Dulu sebelum menikah dan hamil berat badan saya sekitar 58-60 kilogram, tinggi saya 163 cm. Pada dasarnya saya bukan tipe perempuan berbadan langsing semampai bagaikan supermodel. Bahkan pada masa itu saya selalu berpikir saya kegendutan dan selalu berusaha menurunkan berat badan. Setelah berat badan saya melambung dan stuck diangka 70- 72 kg, baru deh saya mensyukuri berat badan saya yang dulu dan malah kangen pengen balik lagi ke digit depan 5 atau 6. Emang ya, manusia nggak pernah puas dan jarang bisa mensyukuri keadaan hari ini sebelum ia mengalami yang lebih parah.

Selama hampir 11 tahun, semua cara diet, obat diet, jamu diet, teh diet, olah raga, dokter diet, akupunktur, Herbalife, Blekros, South Beach Diet, masuk kapsul panas, pijat kurus, pakai magnet, sebutin deh,  hampir semua pernah saya lakukan.

You name it, I've probably been there and done that! 

Berat badan terendah yang pernah saya capai ketika menjalankan hal-hal tadi adalah 64 kg, itu aja senengnya minta ampun. Tapi karena segala metode diatas tidak mudah dilakukan secara jangka panjang, maka beberapa bulan kemudian biasanya berat badan saya naik lagi ke titik semula. Sudah sengsara setengah mati, gak bisa makan ini itu, ribet sendiri mikirin menu makan, eehh.. paling banyak timbangan cuma bergeser empat garis ke kiri.. Olah raga sudah macam atlit latihan mau tanding, tetep tuh timbangan gak geser-geser... Akhirnya karena merasakan kegagalan demi kegagalan padahal sudah kerja keras dan keluar uang banyak, saya sampai pada titik 'Masa bodo lah! Toh suami nggak pernah protes keras'. Lagipula saya masih bisa beli baju ditoko dengan ukuran L atau XL. Saya pikir masih banyak kok yang lebih parah dari saya. Denial.. denial.. denial..


Sampai pada suatu hari saya melihat postingan seorang teman FB saya yang menceritakan bahwa ia sembuh dari penyakit jantung dan berat badannya turun 20 kg dalam 1 bulan. Awalnya saya berpikir, wahh jualan obat diet apa lagi nih orang. Ternyata setelah saya baca lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keberhasilannya ia capai tanpa konsumsi obat dan hanya dengan merubah pola makannya menjadi rendah karbohidrat, tinggi lemak dan protein sedang. Pola makan inilah yang membantunya menyembuhkan penyakitnya dan bonusnya adalah berat badan yang ideal, belum lagi regenerasi sel yang terjadi dan membuatnya tampak jauh lebih muda. Penasaran, saya langsung klik link yang ia berikan di postingannya. Sampailah saya pada group Facebook Keto-Fastosis (Fasting on Ketosis). Tentu saja saya langsung klik 'join' dan mulai membaca berbagai pertanyaan dari para member, maupun testimoni keberhasilan dalam meraih kesehatan, maupun dalam menurunkan berat badan.

Awalnya saya agak ragu menjalankan pola makan diet keto ini, secara saya pencinta nasi sejati. Pada pola makan Ketofastosis (KF) kita diminta untuk berhenti mengkonsumsi semua karbohidrat berat seperti nasi, tepung, kentang, pasta, roti, mie, ubi-ubian dan beberapa lainnya. Begitu juga segala jenis gula, gula pasir, gula jawa, kecap, gula semut dan lain-lainnya.

Wah saya pikir, gila ini mana bisa???

Akhirnya saya tinggalkan group itu. Tapi berbagai testimoni keberhasilan dari group KF sering muncul di timeline saya. Karena penasaran saya kembali lagi dan rajin membaca artikel-artikel edukasi yang ada di folder group. Saya juga mulai memberanikan diri bertanya kepada teman-teman di group KF. Dengan banyak bertanya kepada para senior di group dan membaca literatur tentang bahayanya karbo dan gula, serta teori diet ketogenic saya semakin tertarik untuk menjalani lifestyle ini.

Apa itu diet Ketogenic dan Ketofastosis? Saya bantu jelaskan sesuai pemahaman saya ya... Ketogenic adalah pola makan rendah karbohidrat, tinggi lemak dan protein sedang. Tujuannya adalah untuk merubah metabolisme tubuh kita sebagai pembakar karbohidrat untuk tenaga, menjadi pembakar lemak untuk tenaga. Jadi jika diibaratkan badan kita ini bensinnya karbohidrat (gula), kita ganti jadi menggunakan lemak sebagai bensin. Nah, untuk menggantinya kita harus menguras dulu cadangan karbo dan gula yang ada di tubuh. Caranya, ya dengan menghentikan asupan karbo dan gula yang masuk ke badan dan memperbanyak konsumsi lemak dan protein. Setelah karbo dan gula hilang dari badan, hormon keton akan diproduksi oleh tubuh. Kondisi inilah yang disebut, tubuh sudah dalam kondisi ketosis. Artinya tubuh kita sudah menggunakan lemak sebagai sumber tenaga dan meninggalkan karbohidrat.

Jadi sekarang apa bedanya dengan Ketofastosis? Ketofastosis adalah Fasting on Ketosis. KF menggabungkan pola makan Ketogenic dengan fasting atau puasa. Metode ini di kembangkan dan di populerkan di Indonesia oleh Nur Agus Prasetyo, sebagai founder group Keto-Fastosis. Puasa disini selain mempercepat tubuh mencapai kondisi ketosis, juga merupakan proses dimana terjadinya self healing.

Puasa? jadi nggak makan sama sekali? gila gimana bisa?? Saya kalau telat makan bisa cranky!

Puasa yang dimaksud sini adalah tidak mengkonsumsi makanan padat pada waktu-waktu tertentu. KF terdiri dari 3 fase, induksi, konsolidasi dan maintenance. Di tahap induksi kita di minta untuk puasa 16/8 dan makan hanya jenis hewani saya.  Puasa 16/8 artinya 16 jam puasa, 8 jam jendela makan. Jangan pingsan dulu dengernya ya...16 jam puasa itu kita masih boleh minum cairan kok, tapi tanpa gula tentunya. Minuman seperti air putih, air kaldu, teh hijau dan kopi boleh dikonsumsi pada waktu 'puasa'. 16 jam ini dimulai dari jam 8 malam hingga jam 12 siang keesokan harinya. Jadi waktu tidur juga dihitung sebagai waktu puasa, gampang kan? Jam 12 siang besoknya, adalah saatnya kita refeed atau boleh mengkonsumsi makanan padat sesuai dengan peraturan diet ketogenic. Selama 8 jam jendela makan, kita diperbolehkan makan kapan saja sampai kenyang, asalkan sesuai dengan peraturan diet ketogenic. Untuk protokol ketofastosis yang lebih lengkap, beserta contoh menu, list makanan apa yang boleh dan tidak boleh, silahkan download protokolnya di sini. Gratis kok tidak dipungut biaya apapun.

Pertengahan Desember 2016, saya mengambil keputusan untuk mencoba meninggalkan nasi dan gula. Selama satu minggu saya mulai menjalankan puasa 16/8  dan stop makan nasi dan gula, minum vco dan teh hijau, tapi saya masih makan sayur, tahu dan tempe. Dalam satu minggu berat badan saya turun 2kg. Ternyata tidak susah meninggalkan karbo dan gula seperti yang saya bayangkan. Saya masih bisa makan makanan enak lainnya seperti telur, butter, segala jenis daging dan keju. Sayapun semakin semangat menjalankan pola makan ini. Sayangnya akhir tahun itu jadwal liburan kami ke Bangkok, selama disana saya lepas dari protokol, walaupun saya sebisa mungkin menghindari karbohidrat, berat badan saya naik 2 kg dalam waktu satu minggu. Dari sini saya mengambil kesimpulan, ya memang diet ini tidak bisa hanya dijadikan diet sesaat. Harus dijadikan lifestyle dan pola makan seumur hidup, jika ingin mempertahankan berat badan yang ideal.

Pulang dari Bangkok, tanggal 5 Januari 2017, saya menetapkan hati untuk menjalankan pola makan ini full sesuai protokol KF. Tiga hari pertama saya pusing keleyengan, juga rasanya ngantuk luar biasa sepanjang hari. Saya atasi gejala ini dengan banyak minum air kaldu. setelah tiga hari saya kembali normal, malah badan terasa lebih enak. Satu minggu pertama saya turun 4 kg. Senangnya luarrr biasa, belum pernah saya turun sebanyak itu dalam satu minggu dan yang paling penting saya masih happy tidak pernah merasa sengsara.

You see, I am an emotional eater. 

Maksudnya emotional eater itu, saya harus makan yang saya suka atau enak menurut saya, kalau nggak saya bakal bad mood seharian hahahah.. Nah yang paling menarik komunitas KF ini sekarang sangat pesat berkembang, banyak sekali orang-orang kreatif yang menawarkan makanan versi keto. Makanan seperti siomay, empek-empek, brownies, nasi goreng, pizza, roti, pancake, sampai red velvet cake pun sudah ada versi ketonya. Bisnis makanan keto sekarang lagi booming berat. Tidak ketinggalan beberapa chef profesional yang juga telah mengikuti KF dan menawarkan berbagai modifikasi resep makanan keto maupun kateringnya. Buat kamu yang hobi mengolah makanan, diet ini akan surga banget buat kamu. Saya aja sekarang kalau lagi nggak males suka jadi chef dadakan, silahkan lihat hasil karya saya di bawah ini :) Sekarang juga bermunculan restaurant yang menawarkan opsi menu ketogenik pada menunya. Kesimpulannya saya sih happy banget dengan pola makan ini, karena saya masih bisa makan yang enak-enak. Karena itu saya masih bertahan sampai saat ini.

Semua makanan di atas saya buat sendiri, kecuali siomay.
Perjalanan saya melakukan pola makan KF sejak bulan Januari lalu, memang tidak semuanya mulus. Saya juga sempat berhenti karena tidak kuat menghadapi Healing Crisis. Oh ya Healing Crisis (HC) adalah keadaan dimana tubuh sedang memperbaiki dirinya sendiri. Setiap orang akan mengalami gejala yang berbeda-beda ketika HC nya datang, ada yang pusing, demam, gatal-gatal bahkan muntah-muntah. Kapan HC itu datang dan seberapa besar efeknya juga berbeda-beda pada setiap orang, sesuai dengan penyakit yang sedang disembuhkan oleh tubuh. Setelah berhenti selama 1 minggu di bulan Februari akhirnya saya kembali lagi menjalani KF dan setelah saya memenuhi syarat, saya pindah ke fase konsolidasi pada bulan Maret. Di fase konsolidasi saya sudah bisa makan sayur dan sedikit tahu tempe. Pada saat itu berat badan saya sudah turun 10 kg.


Yang saya rasakan setelah menjalani pola makan ketofastosis ini, selain uang saya yang cepat habis karena maunya beli baju baru dan pesan makanan keto terus, efek narsis juga meningkat hahahaha... Full body shot dan selfie kini menghiasi Instagram feed saya hahaha...  Tapi efek yang paling penting adalah penyakit-penyakit aneh yang tidak bisa dijelaskan penyebabnya, tidak pernah muncul lagi. Kecuali saya lagi nakal dan makannya ngaco hahaha. Terus terang, sekali-sekali saya masih ngaco dan nakal. Jangan di tiru yaa... tapi saya nggak berani sih melakukan dosa besar seperti makan nasi, mie, tepung dan teman-temannya. Sejak KF saya sudah tidak pernah sakit kepala tanpa sebab lagi, alergi gatal-gatal saya yang disebut urticaria tidak pernah muncul lagi, kulit wajah saya bersih bebas komedo dan jerawat dengan perawatan wajah yang sangat minim (pemalas emang dasaranya). Selain berat badan yang turun, lingkar badan saya juga menyusut banyak. Saya masih menyimpan beberapa baju dari sebelum saya menikah. Dulu waktu memakai pakaian-pakaian tersebut berat saya 58kg. Sekarang dengan berat badan 60kg, baju-baju tersebut muat pas dan nyaman di badan saya. Ini menandakan bahwa berat badan dalam kilogram bukan satu-satunya tolak ukur keberhasilan penurunan berat badan dengan pola makan KF.

Kebaya 12 tahun yang lalu dan muat kembali, senangnya!!
Saya senang, suami senang nggak usah beliin kebaya baru.

Nah, begitulah ceritanya gimana saya menurunkan berat badan dengan masih makan makanan yang enak-enak dan hampir tanpa olah raga. Saya katakan hampir, karena biasanya saya suka jalan pagi, tapi itupun tidak saya lakukan dengan rutin. Cukup panjang yah ceritanya? hahaha ini aja udah edit sana sini.. Semoga sharing saya ini bermanfaat, kalau ada yang mau ditanyakan tentang pengalaman saya silahkan comment dibawah ya.. sebisa mungkin akan saya jawab sesuai kemampuan saya :)

Oh iya, disclaimer sedikit ya...saya tidak menjanjikan result apapun dari diet ini ya... Saya juga tidak bilang bahwa ini adalah cara yang terbaik untuk menurunkan berat badan ataupun menyembuhkan penyakit. Postingan ini semata-mata hanya berdasarkan pengalaman saya. Setiap orang mempunyai kondisi kesehatan yang berbeda-beda, oleh karena itu konsultasikan kepada ahlinya jika kamu mau memulai pola makan ini. Saya sarankan lakukan riset sebanyak-banyaknya sebelum melakukan diet ini, bergabung di groupnya, baca testimoni para member dan baca website Ketofastosis (semua link ada di diatas). Jika perlu mintalah para senior di group menjadi mentor kamu. Hasil setiap orang juga akan berbeda-beda, jadi semua tergantung kepada kondisi tubuh dan usaha masing-masing individu.

So all I can say is, nggak ada yang nggak bisa, saya aja bisa kok, kenapa kamu nggak bisa? Semua tergantung niat, jadi bulat kan niat dan tekad and good luck in your journey on being healthy & slim!

Until next time ;)
xoxo,





12 comments :

  1. Waaaaaahhhhhhhhhhhhh
    saya nih ga ada waktu olahraga, sibuk belajar [alasan banget]
    terus juga makanan itu obat badmood. Jadi kalo badmood kudu makan yang enak, which is.....mesti gak sehat wkwk.

    Bacanya sih enak ya, bayanginnya juga, Tapi kalau jalanin beneran kayaknya struggle banget. Eh tapi mengusahakan sesuatu kalo instan tanpa bersusah-susah itu malah nonsense. Baiklah, terimakasih bu sudah berbagi :) mau coba ah secepatnya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Zahrah, biar ngk struggle kamu harus temukan dulu niat yg paling kuat yg bikin kamu ngejalanin diet ini.. sesudah itu pelajari secara detail tentang diet ini. Jadi waktu kamu menjalankannya kamu tau sebab akibat setiap langkahnya dan kamu akan mengerti makna setiap progressnya. Kalau aku sih gitu cara memotivasi dirinya..good luck dear!

      Delete
    2. Minum air kaldu???
      Ga bisa ngebayangin
      Gimana rasanya

      Delete
    3. Dinni, rasanya enak kok.. seperti makan kuah bakso aja.. kuah bakso itu kan air kaldu :)

      Delete
  2. Terima kasih sudah berbagi, Mbak. Saya juga pernah baca2 tentang keto ini tapi masih sulit bercerai dengan nasi. Huhuhu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Hairi, pasti bisa kok mbak.. duh saya juga pencinta nasi sejati.. di diet keto naso bisa di gantik kok... hihihi liat kan foto saya diatas ada sepiring 'nasi-nasi' an.. hahhaha.. emang kita harus cari motivasi sendiri dulu.. bulat kan tekad dan niat. Pasti bisa! good luck!

      Delete
  3. Wah salut! Aku bisa nggak makan nasi. Tapi takutnya yg soal ga makan banyak sayur. Soalnya pencernaanku gampang bermasalah kl kurang sayur huhu. Nanti aku coba baca2 dulu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe bisa mbak.. aku aja bisa kok.. aku dulu itu pencinta nasi sejati. Kalau nggak makan nasi ada yang kurang.. tidak terasa, sekarang sudah hampir 6 bulan ngk makan nasi dan nggak baper juga.. bisa kok mbak pasti bisa.. gabung deh di group sungguh memotivasi keberhasilan-keberhasilan orang-orang. Itu juga yang membuat aku banyak termotivasi. :) Good Luck!

      Delete
  4. Udah menjalani 3 minggu.. turun 2 kg di minggu 1. Dan msh bertahan diangka yg sama.. huhuhu.. blm ketemu apa salahnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Redini, coba kamu review lagi apa yang kamu makan? minum sehari sampai 3,5 liter ngk? Tidur paling malam jam 10. Tidur kurang dan kurang air juga suka bikin BB stuck :)

      Delete
  5. Mba karina, saya udah sebulan diet keto tapi ga turun turun berat badan saya . Kenapa ya mba kira kira ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Intan, bisa banyak faktornya. Tapi perlu kamu ingat, pertama setiap orang akan punya progress yang berbeda-beda karena kondisi tubuh setiap orang berbeda. Ke dua mungkin kamu perlu review lagi apa kamu sudah mengikuti dengan benar diet keto yang kamu jalanin. Sekarang banyak banget versi ketogenic diet, yang aku ikutin di awal diet ketogenic aku adalah Ketofastosis, yang menggabungkan pola makan ketogenic dan fasting. Coba kamu review lagi dan lebih banyak baca lagi tentang diet Keto yang kamu jalanin :)

      Delete